Lesson Study Dalam Pendidikan Berkarakter

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Sekolah merupakan lembaga formal yang berfungsi membantu khususnya orang tua dalam memberikan pendidikan kepada anak-anak mereka. Sekolah memberikan pengetahuan, keterampilan dan sikap kepada anak didiknya secara lengkap sesuai dengan yang mereka butuhkan. Semua fungsi sekolah tersebut tidak akan efektif apabila komponen dari sistem sekolah tidak berjalan dengan baik, karena kelemahan dari salah satu komponen akan berpengaruh pada komponen yang lain yang pada akhirnya akan berpengaruh juga pada jalannya sistem itu sendiri. salah satu dari bagian komponen sekolah adalah guru.

Guru dituntut untuk mampu menguasai kurikulum, menguasai materi, menguasai metode, dan tidak kalah pentingnya guru juga harus mampu mengelola kelas sedemikian rupa sehingga pembelajaran berlangsung secara aktif, inovatif dan menyenangkan.

Sebagai calon pendidik penulis melihat pembelajaran menjadi kurang efektif karena hanya cenderung mngedepankan aspek intelektual dan mengesampingkan aspek pembentukan karakter. Hal ini tentu suatu hambatan bagi guru. Namun penulis ingin mengubah hambatan tersebut menjadi sebuah kekuatan dalam pengelolaan kegiatan belajar mengajar yang efektif dan efisien sehingga nantinya akan mendapatkan hasil yang memuaskan.

Untuk menjawab hal itu, penulis mencoba menampilkan pengelolaan kelas dengan metode lesson study. Yang mana setiap kelompok terdiri dari beberapa orang guru dengan tugas yang menyelidiki/menguji praktik mengajar mereka agar menjadi lebih efektif dan berkarakter, karena hal ini banyak memberikan manfaat dan kemudahan bagi guru dalam mengelola kelas dan mengevaluasi pembelajaran yang dilakukan..

B. Rumusan Masalah

Berpijak pada permasalahan diatas, selanjutnya masalah dapat dirumuskan yaitu,” Bagaimana metode yang efektif digunakan untuk mewujudkan pendidikan yang berkarakter?”.

C. Tujuan Penulisan

Selain dengan permasalahan diatas, tujuan penulisan karya ilmiah ini adalah sebagai solusi dan inovasi metode pembelajaran yang dapat mewujudkan sistem pendidikan yang berkarakter.

D. Manfaat Penulisan

Setelah berbagai masalah diatas diperoleh jawabannya, maka diharapkan hasil penulisan ini bermanfaat, antara lain:

1. Manfaat Teoritis

a. Dapat menambah pengetahuan pendidik tentang metode pendidikan yang efektif dalam mewujudkan pendidikan yang berkarakter.

b. Dapat mengetahui metode pendidikan yang memiliki karakter.

2. Manfaat Praktis

a. Bagi guru, dapat membimbing siswa-siswinya ke arah yang lebih kreatif, cerdas, dan maju.

b. Bagi siswa, dapat memahami pola pembelajaran yang lebih berkarakter.

BAB II

KAJIAN TEORI DAN TINJAUAN PUSTAKA

Metode pengajaran dari kata “Metho” yang berarti melalui atau melewati, sehingga metode pengajaran berarti jalan atau cara yang harus dilalui untuk mencapai tujuan tertentu dalam hal ini tujuan pengajaran (Bambang Prawiro,1991).

Jadi metode pengajaran merupakan suatu alat (di samping alat lain seperti alat penilaian, alat peraga) yaitu alat untuk meyampaikan bahan pelajaran dalam rangka pencapaian tujuan pengajaran.

Semakin majunya ilmu tentang mengajar (Metodologi Pengajaran), maka ada kriteria jenis metode modern dan metode tradisional. Kriteria yang dipergunakan pada umumnya adalah keaktifan siswa, metode dan dasar psikologis dari metode-metode itu.

Menurut W.Gulo (2002:1) bahwa metode pengajaran adalah berbagai metode pengajaran yang perlu dipertimbangkan dalam strategi belajar mengajar (W.Gulo,2002:1).

Secara umum metode-metode itu dapat digolongkan ke dalam 2 jenis (Bambang Prawiro,1991) :

1. Metode interaksi secara individual.

2. Metode interaksi secara kelompok.

Program pengajaran adalah perangkat kegiatan belajar mengajar yang direncanakan untuk mencapai tujuan yang kita sebut dengan tujuan instruksional (W.Gulo,2002:1). Sehingga, dibutuhkan suatu perencanaan dalam pelaksanaan program suatu program pengajaran.

Definisi dari Prof. Dr. De Queljy dan prof. Gazali MA. Pembelajaran adalah menanamkan pengetahuan pada seseorang dengan cara paling singkat dan tepat. Dalam hal ini pengertian waktu yang singkat sangat penting. Guru kurang memperhatikan bahwa diantara murid ada perbedaan individual, sehingga memerlukan pelayanan yang berbeda-beda. Bila semua murid dianggap sama kemampuan dan kemajuannya, maka bahan pelajaran yang diberikan pun akan sama dengan kenyataan.

Secara harfiah karakter artinya kualitas mental atau moral, kekuatan moral, nama atau reputasi (Hornby dan Panwell,1972:49). Menurut Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, karakter adalah sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dari yang lain, tabiat, watak. Berkarakter artinya mempunyai watak, mempunyai kepribadian (Kamisa,1997:281).

Dalam Dorland’s Pocket Medical Dictionary (1968:126) dinyatakan bahwa karakter adalah sifat nyata dan berbeda yang ditunjukkan oleh individu. Di dalam kamus psikologi dinyatkan bahwa karakter adalah kepribadian ditinjau dari titik tolak etis atau morl, misalnya kejujuran seseorang; biasanya mempunyai kaitan dengan sifat-sifat relative tetap (Dali Gulo,1982:29).

Dan dapat dinyatakan bahwa karakter adalah kualitas atau kekuatan mental atau moral, akhlah atau budi pekerti individu yang merupakan kepribadian khusus yang membedakan dengan individu lain (M. Furqon,2009:9).

BAB III

PEMBAHASAN MATERI

A. Pengertian Lesson Study

Belajar atau pembelajaran adalah merupakan sebuah kegiatan yang wajib dilakukan dan diberikan sorang guru kepada anak didik. Karena ia merupakan kunci sukses unutk menggapai masa depan yang cerah, mempersiapkan generasi bangsa dengan wawasan ilmu pengetahuan yang tinggi. Yang pada akhirnya akan berguna bagi bangsa, negara, dan agama. Melihat peran yang begitu vital, maka menerapkan metode yang efektif dan efisien dalam pendidikan yang berarakter adalah sebuah keharusan. Dengan harapan proses belajar mengajar akan berjalan menyenangkan dan tidak membosankan.

Lesson Study yang dalam bahasa Jepang disebut Jugyokenkyu adalah bentuk kegiatan yang dilakukan oleh seorang guru/ sekelompok guru yang bekerja sama dengan orang lain (dosen, guru mata pelajaran yang sama/ guru satu tingkat kelas yang sama, atau guru lainya), merancang kegiatan untuk meningkatkan mutu belajar siswa dari pembelajaran yang dilakukan oleh salah seorang guru dari perencanaan pembelajaran yang dirancang bersama/sendiri, kemudian di observasi oleh teman guru yang lain dan setelah itu mereka melakukan refleksi bersama atas hasil pengamatan yang baru saja dilakukan. Refleksi bersama merupakan diskusi oleh para pengamat dan guru pengajar untuk menyempurnakan proses pembelajaran dimana titik berat pembahasan pada bagaimana siswa belajar, kapan siswa belajar, kapan siswa mulai bosan mendapatkan pengetahuan dan kapan siswa mampu menjelaskan kepada temannya dan kapan siswa mampu mengajarkan kepada seluruh kelas. (Ridwan Johawarman, 2006).

Lesson study memberi kesempatan nyata kepada para guru menyaksikan pembelajaran (teaching) dan pemelajaran atau proses belajar siswa (learning) di ruang kelas. Lesson study membimbing guru untuk memfokuskan diskusi-diskusi mereka pada perencanaan, pelaksanaan, observasi/pengamatan, dan refleksi pada praktik pembelajaran di kelas. Dengan menyaksikan praktik pembelajaran yang sebenarnya di ruang kelas, guru-guru dapat mengembangkan pemahaman atau gambaran yang sama tentang apa yang dimaksud dengan pembelajaran efektif, yang pada gilirannya dapat membantu siswa memahami apa yang sedang mereka pelajari.

Karakteristik unik yang lain dari lesson study adalah bahwa lesson study menjaga agar siswa selalu menjadi detak jantung kegiatan pengembangan profesi guru. Lesson study memberi kesempatan pada guru untuk dengan cermat meneliti proses belajar serta pemahaman siswa dengan cara mengamati dan mendiskusikan praktik pembelajaran di kelas. Kesempatan ini juga memperkuat peran guru sebagai peneliti di dalam kelas. Guru membuat hipotesis (misalnya, jika kami mengajar dengan cara tertentu, anak-anak akan belajar) dan mengujinya di dalam kelas bersama siswanya. Kemudian guru mengumpul-kan data ketika melakukan pengamatan terhadap siswa selama berlangsungnya pelajaran dan menentukan apakah hipotesis itu terbukti atau tidak di kelas.

Ciri lain dari lesson study adalah bahwa ia merupakan pengembangan profesi yang dimotori guru. Melalui lesson study, guru dapat secara aktif terlibat dalam proses perubahan pembelajaran dan pengembangan kurikulum. Selain itu, kolaborasi dapat membantu mengurangi isolasi di antara sesama guru dan mengembangkan pemahaman bersama tentang bagaimana secara sistematik dan konsisten memperbaiki proses pembelajaran dan proses belajar di sekolah secara keseluruhan. Selain itu, lesson study merupakan bentuk penelitian yang memungkinkan guru-guru mengambil peran sentral sebagai peneliti praktik kelas mereka sendiri dan menjadi pemikir dan peneliti yang otonom tentang pembelajaran (teaching) dan pemelajaran atau proses belajar siswa (learning) di ruang kelas sepanjang hidupnya

8 thoughts on “Lesson Study Dalam Pendidikan Berkarakter

  1. Mengundang secara spesial Anda admin Blog ini.
    UNS mengucapkan terimakasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas aktivitas blogging Anda selama ini di blog.uns.ac.id untuk itu Tim Webometrics UNS memberikan special invitation untuk menghadiri Blog Conference sebuah rangkaian penutup dari UNS BlogFest 1.0 di Auditorium UNS tanggal 11-12 Mei 2010 jam 08.00 WIB secara gratis & spesial untuk Anda.
    Acara ini akan menghadirkan unsblogfest.blog.uns.ac.id/blogger-conference/
    Setelah menerima Online Invitation ini, Anda di haruskan melakukan konfirmasi dengan mengisikan nama, alamat blog dan email pada comment di halaman unsblogfest.blog.uns.ac.id/konfirmasi-peserta-mahasiswaalumni-2/ sebelum tgl 9 Mei 2010

    Setelah melakukan konfirmasi, undangan secara fisik dapat di ambil tgl 10 Mei 2010 di Blog Center International Office UPT. Puskom UNS Lt. 2 pada jam 10.00 s.d 15.30 WIB

  2. Mengundang secara spesial Anda admin Blog ini.
    Panitia UNS BlogFest 1.0 mengucapkan terimakasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas partisi anda pada “Contest research on the blog” untuk itu panitia UNS BlogFest 1.0 memberikan special invitation untuk menghadiri Blog Conference sebuah rangkaian penutup dari UNS BlogFest 1.0 di Auditorium UNS tanggal 11-12 Mei 2010 jam 08.00 WIB secara gratis & spesial untuk Anda.

    Acara ini akan menghadirkan unsblogfest.blog.uns.ac.id/blogger-conference/

    Setelah menerima Online Invitation ini, Anda di haruskan melakukan konfirmasi dengan mengisikan nama, alamat blog dan email pada comment di halaman unsblogfest.blog.uns.ac.id/konfirmasi-peserta-mahasiswaalumni-2/ sebelum tgl 9 Mei 2010
    Setelah melakukan konfirmasi, undangan secara fisik dapat di ambil tgl 10 Mei 2010 di Blog Center International Office UPT. Puskom UNS Lt. 2 pada jam 10.00 s.d 15.30 WIB

  3. saya diah….
    sekarang sedang dalam masa studi akhir,,,,
    saya sudah 1 semester lbh menjalani skripsi tp saya belum beruntung hingga detkk ini…
    dulu waktu mau ambil data pembimbing saya dah acc… n nyuuruh saya sesegera bwt ambil data. tp tnyata setelah saya besoknya mau ambl data…. instrumen saya disalahkan semua, pdahal sebelumnya dah okey… entah dosen saya yg berubah pikiran or q yang salahhhh…
    akhirnya skiripsi saya tidak saya lanjutkan lagi..
    sekrang saya berusaha dr awal lg,.,,,,
    sya mengabil tema tentang pendidikan berkarakter tp saya bingung cari referensi bukunya…. tolong sya diberikan masukan…
    saya ditugaskan untuk cri 20 karakter tp lum qtmu mpe sekarang…
    mohon bantuannya, terimaksh sebelumnya….

    1. 1. Religius
      2. Jujur
      3. Toleransi
      4. Disiplin
      5. Kerja Keras
      6. Kreatif
      7. Mandiri
      8. Demokratis
      9. Rasa Ingin Tahu
      10. Semangat Kebangsaan
      11. Cinta Tanah Air
      12. Menghargai Prestasi
      13. Bersahabat/Komuniktif
      14. Cinta Damai
      15. Gemar Membaca
      16. Peduli Lingkungan
      17. Peduli Sosial
      18. Tanggung-jawab

  4. Maaf, saya sangat awam terhadap lesson study, … tetapi memperhatikan langkah2 di atas, kelihatannya lesson study bukanlah suatu metode mengajar, tetapi lebih dekat sebagai metode belajar mengajar (jawa: sinau mulang). Di dalamnya tidak ada yang membuat siswa lebih aktif, mau belajar, menyenangkan, dll. Kalau karena dipersiapkan lebih matang termasuk melibatkan sejawat, … kemudian pembelajarannya menjadi lebih baik, .. sangat benar. Karena diamati sejawat, terus mengajarnya lebih serius dan semakin baik karena memperhatikan masukan dari sejawat? itu sangat logis.

  5. trimaksih atas tanggapannya,, sngat tepat sekali jika dikatakan lesson study bukan merupakan metode mengajar, namun metode pembelajaran. didalam pembelajaran sendiri terdiri dari bebagai macam proses yang salah satunya adl proses mengajar. sehingga metode ini lebih ditekankan pada pembentukan karakter dan peningkatan kualitas pendidik, yang jika kita hubungkan dengan kualitas peserta didik, tentu saja akan memberikan efek positif secara tidak langsung..!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>